Kerusuhan yang baru-baru ini terjadi di beberapa kota besar Indonesia menyisakan kerusakan pada fasilitas umum, mulai dari halte bus, stasiun MRT, hingga pagar gedung pemerintahan. Peristiwa ini bukan hanya merugikan warga yang sehari-hari mengandalkan transportasi publik, tetapi juga berpotensi memberikan efek domino pada sektor pariwisata.
Infrastruktur Kota, Wajah Pertama Wisatawan
Bagi wisatawan, fasilitas umum seperti halte, transportasi massal, hingga kebersihan kota adalah kesan pertama sebelum menikmati destinasi wisata. Jika halte hangus terbakar atau stasiun MRT rusak, pengalaman perjalanan mereka otomatis terganggu. Wisatawan yang datang ke Jakarta, misalnya, bisa saja batal mengunjungi Monas atau kawasan Kota Tua karena transportasi umum yang lumpuh akibat kerusakan.
Dampak ke Destinasi Wisata di Sekitar Lokasi
Tak jarang, area sekitar tempat wisata juga terdampak. Vandalisme di ruang publik, jalanan penuh sampah, hingga kerusakan taman kota akan merusak keindahan yang seharusnya dinikmati pengunjung. Hal ini dapat menurunkan daya tarik wisata, baik bagi pelancong lokal maupun mancanegara.
Citra Pariwisata Indonesia Terpengaruh
Jika kerusuhan dan perusakan fasilitas publik terus terjadi, risiko jangka panjangnya adalah menurunnya minat wisatawan asing. Negara lain bisa saja memberikan peringatan perjalanan (travel warning) yang akhirnya merugikan sektor pariwisata. Padahal, Indonesia memiliki banyak destinasi unggulan—dari Bali, Yogyakarta, Labuan Bajo, hingga Danau Toba—yang sangat bergantung pada keamanan dan kenyamanan infrastruktur.
Pentingnya Menjaga Ruang Bersama
Transportasi umum, taman kota, hingga gedung publik sejatinya adalah aset bersama yang juga menopang ekosistem pariwisata. Menjaga fasilitas tersebut sama artinya dengan menjaga citra destinasi wisata Indonesia di mata dunia.
Kesimpulan
Kerusuhan yang merusak fasilitas umum tidak hanya berdampak pada warga sehari-hari, tetapi juga bisa menghambat pertumbuhan pariwisata. Infrastruktur kota adalah pintu gerbang menuju tempat wisata. Bila pintu itu rusak, maka wisatawan pun enggan melangkah lebih jauh. Oleh karena itu, menjaga keamanan dan fasilitas publik bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama demi masa depan pariwisata yang berkelanjutan.
Leave a Reply